Sabtu, 16 Mei 2015

Jangan Malu Window Shopping

Kebiasaan baik yang perlu  terus dilakukan adalah window shopping (dalam artian yang baik) sebelum belanja. Ada yang salah dengan kita kalau jarang window shopping, biasanya kita cenderung malu-malu untuk bertanya "Karena takut dibilang kere nanya -nanya doang"  padahal proses nanya-nanya dan pembandingan harga itu penting banget sebelum bikin keputusan beli sesuatu.

Kenapa dibilang penting, coba lihat perusahaan finance semisal Bank dengan menggunakan sistem yang canggih pegawai yang banyak hanya berusaha untuk mencari 2% keuntungan setiap bulan dari modal yang dipinjamkan. Nah coba kalau kita balik kita coba ber hemat -2% dari setiap barang yang mau kita beli  pasti efeknya sangat besar kalau konsisten di kerjain.

"Window shopping" is a term referring to the browsing of goods by a consumer with no intent to purchase, either as a recreational activity or to plan a later purchase

http://en.wikipedia.org/wiki/Shopping#Window_shopping


Jadi teringat sewaktu tinggal di sebuah kota yang toko-toko nya sebagian besar tutup di hari sabtu atau buka setengah hari. Sebagian besar penduduknya bilang hari sabtu adalah hari window shopping orang-orang tetap keliling pertokoan melongok kaca-kaca sambil nyatet harga. Nah hari minggu nya mereka beli sesuai harga dan kualitas yang terbaik

Jaman sekarang window shopping gak mesti harus secara fisik ibu-ibu bahkan bapak-bapak sering kali punya apps oline store dan mulai window shopping bandingin harga-harga yang mau di beli secara online.



Nah ini contoh hasil window shopping beberapa belanjaan yang kadang di beli lewat online store. Kita bisa dengan mudah bandingin produk yang sama di beberapa online store yang ber beda. Tips untuk window shoping online sangat sederhana. 

  1. Siapkan smartphone dan apps online store
  2. Duduk yang nyaman 
  3. Pilih dan bandingkan 
  4. Lihat testimoni 
  5. Lihat fitur pembayaran, pencairan pembayaran dan refund apakah mudah dan aman 


Memang sekarang banding-banding harga online lebih enak gak perlu jalan dan panas-panasan atau kehujanan liatin kaca etalase or harga. Kalaupun harus window shopping secara fisik ada beberapa tips sebagai berikut yang mungkin berguna atau gak berguna 

  1. Tentukan tujuan apakah mau liat-liat fashion, textile, siapkan mental siap untuk liat2 saja dan gak kepincut untuk langsung beli saat pandangan pertama 
  2. Pilih lokasi tertentu jangan terlalu banyak agenda. Tempat yang ideal adalah tempat yang punya banyak pilihan yang beragan 
  3. Jangan begadang (kalau tiada artinya – roma) hehehe . Pastikan kita tidur tepat waktu 
  4. Pastikan bangun pagi solat subuh 
  5. Pakai pakaian yang nyaman dan kasual juga menutup aurat pakai sepatu yang nyaman karena bakalan jalan jalan agak jauh 
  6. Datang di tempat lebih pagi dan awal mulai jalan kaki pelan pelan lihat dan perhatikan barang-barang target jangan buru-buru.
  7. Jangan takut untuk sekedar istirahat duduk dan sholat saat waktunya 



Rabu, 07 Januari 2015

Applied Analytics Workshop and Ideation


Owning is not a trend anymore, sharing and reusing become best practice for everyting. That’s why I always try to share my knowledge, thinking and idea related to applied statistics and analytics. 

Please feel free to invite me for any discussion, sharing sessions or workshop related to applied statistics, I will be happy for that. Don’t worry guys It will be  free of charge as long as the schedule and timing works for me, and its only for education, community, rural area development purpose (not commercial). 

1. Applied Statistics & Analytics  - User Experience
Workshop at Jakarta we discuss all aspect related to digital User Experience information that tapped in data base, how to handle the information processing, modeling and extract actionable insight based on fact finding. [Jakarta 30 Attendees]



2. Applied Statistics & Analytics  - Marketing Lifecycle Management 
I Had a chat with CEO of e-commerce startup (Bukalapak.com) and He ask me to share idea of applied analytics. We had 3 hour great discussion of marketing analytics and lifecycle management in technical point of view and business point of view.  [Jakarta 20 Attendees] 
                                                           



3. Applied Statistics & Analytics  - Marketing Business Monitoring 
One of my seniors  (he is CMO of FIF Astra Indonesia Group) ask me to have short sharing session related to applied statistics for marketing and business monitoring.  We had interesting discussion regarding several idea of  best practice of monitoring business impact from several activities  [Jakarta 50 Attendees]




4. Applied Statistics & Analytics  - Marketing Business Monitoring 
For last 6 month  I had regularly in touch with a group that concern with rural area development and small & medium enterprise (SME agro strat up) called Banten Bangun Desa, they ask me to share about basic analytical thinking and data observation of starting business.    [Banten 20 Attendees]




  
  





Senin, 01 Desember 2014

Membaca Kumcer - SARELGAZ

“Sudah tujuh tahun Sarelgaz, lelaki kurus dari desa Sukacinta, terperangkap dalam jaring laba-laba raksasa” . sedikit penggalan cerepen  yang dijadikan sebagai judul buku sungging raga (Raga) .

Baca buku ini jadi terbayang kehidupan 12 tahun kebelakang waktu pertama kali berangkat ke Yogyakarta. Entah kenapa nama kota ini  terlalu sentimetil untuk di bahas, begitu pula isi kumcer Sareglaz.

Mengenal Raga beberapa lama di Yogya saya jadi berasumsi kalau sebagian besar isi cerpen ini adalah semua yang dirasakan fikiran dan panca indera terulis rapi dengan bumbu – bumbu khayalan, kelenik, Epic, Nordic yang membuat pembaca  larut dalam cerita yang renyah untuk di baca. Yang mengejutkan dari beberapa cerita dalam kumcer ini selalu ada hal baik yang bisa di ambil atau di simpulkan setidaknya dari sudut pandang  gw pribadi sbagai pembaca.

Habis melalap buku ini dari awal sampe akhir jadi timbul banyak pertanyaan salah satunya siapakah Naela ? tokoh ini seperti cerita bersambung dari satu cerpen raga ke cerpen lainnya selalu mucul di tengah-tengah plot yang menarik….

Dari sekian cerpen ada satu lagi cerpen yang sepertinya bukan Raga banget atau beda banget sama cerpen-cerpen yang lain mungkin raga lagi jatuh cinta (sama sastra) isinya tentang hujan. Baca yang satu ini jadi teringat suasana Yogya di tengah malam kalau pas pergi ke warnet atau cari bubur kacang ijo di bulan Agustus-November  biasaya bulan-bulan itu cuaca disekitar jalan kaliurang dingin menusuk dan di iringi hujan. Berikut cuplikannya :

"Aku bertemu hujan yang tak tidur, hujan yang duduk termenung di sebuah halte kumuh pada tengah malam ketika angin sedang berembus sambil menebar daun-daun kecemasan" (Sifat Sedih Hujan, by Sungging Raga)

Komentar gw buat kumcer nya Raga semakin abstrak gak jelas dan ngalor ngidul, akhirnya saya sudahi saja sampe disini dan kometar secara keseluruhan saya sangat merekomendasikan semua teman-teman untuk membeli dan membaca kumcer Sarelgaz karya Sungging Raga ( Nama Sebenarnya).

Buat bro sungging raga saya doakan semoga produktif konsisten dan tawakal dengan karya-karya nya ditunggu buku selanjutnya….

Selasa, 18 November 2014

Angka angka di balik harga Permium


Akhirnya berita yang di tunggu-tunggu dateng juga. Akibat ribut kenaikan harga BBM bersubsidi banyak teman yang ngajak diskusi logika di balik harga premium yang di jual pertamina saat ini, atas kebaikan seorang teman yang sharing rumus harga premium berikut penjelasan sederhananya: 

BBM Subsidi = MOPS + Alpha,    dimana Alpha =3.32%*MOPS + Rp.484  = 527  plus pajak 15%

Alpha sendiri kurang lebih adalah biaya-biaya logistic, operation dan distribution

Misal harga MOPS  97, Kurs USD 12Ribu , 1bbl/ltr 159,  Harga MOPS  rupiah premium per liter = 7320,  Alpha 527,   Pajak 15%= 1177 total  harga keekonomiannya Rp.9025/Liter

Dari perhitungan diatas mudah-mudahan pemerintah (baca: Pelayan Rakyat) dapat melakukan efisiensi dari biaya-biaya logistic operation dan distribution sehingga nilai alpha dalam komponen harga turun, dan mudah-mudahan pajak bisa dihilangkan untuk pengusaha pertanian, peternakan dalam sekala kecil  atau rumahan sehingga untuk segment tertentu harga premium bisa dikurangi Rp.1500 rupiah.

Selanjutnya saya harap siapapun di luar sana tolong stop mengajak demonstrasi turun ke jalan atas keputusan pelayan rakyat menaikan harga BBM karena itu tidak akan menyelesaikan masalah malah menambah masalah, sebagai orang yang berpendidikan harusnya kita tidak boleh berhenti mencari cara-cara yang baik dan benar dalam mengatasi masalah. 

Yang terakhir kalo boleh saran sama yang merasa keberatan harga bbm naik tapi masih boros stop kebiasaan2 boros seperti merokok dan kegiatan mubazir lainnya. Stop Mengeluh dan posting Nyinyir jangan berputus asa dan kahawtir akan kemungkinan kesempitan hidup karena rejeki datangnya dari Allah bukan dari yanglain, jangan berhenti berprasangka baik kepada nasib, jangan berhenti berfikir positif,  jangan berhenti berusaha keras dan optimal.    

Dari saya pendukung Prabowo  di pilpress 2014.



Agar kita bijak dalam menghadapi keadaan berikut saya cantumkan quote FB dari ust Wira Bachrun :


Minggu, 24 Agustus 2014

Sajak Teratai

Tiada air yang menetes pelan disini, Yang kita temui hanyalah air deras tak terbendung, melimpah , kebaikan itu tumpah ruah  menjadi  cinta yg telah dituliskan dengan tinta  kasih sayang.          

30 tahun kau telah ada, dan 7 tahun kita bersama, gurun kering itu tak lagi ada, kini menjadi Hijau, rimbun riuh dengan sahutan anak-anak kita, cinderamata titipan Allah SWT. 

Selamat Ulang tahun,  bunga teratai di sungai yg deras,  kelopak indah mu selalu mekar dan  tumbuh, izinkan kami untuk selalu bersamamu.

Notes :
Selamat Ulang Tahun  Udoh Roudotul Jannah (Istri ku) - 24 Agustus 2014, Semoga umur nya barokah, dilimpahi kesehata, rezeki yang melimpah dan barokah, ditambah ilmu dan pengetahuannya dan suksess untuk karirnya sebagai ibu rumah tangga, peneliti dan pengusaha amin 


Jumat, 11 Juli 2014

Hitung Cepat Tidak Ada Yang Benar Namun Berguna

Dengan maraknya berita mengenai hitung cepat banyak sekali pihak yang coba membahas dan meminta tanggapan tentang perbedaan hasil hitung cepat pilpres dari beberapa lembaga survey maka akan saya coba bahas sedikit hal ini sambil update blog yang sepi ini. Agar lebih mudah dimengerti saya akan coba tanggapi hal ini secara lugas dan sederhana dari sudut pandang orang awam, saya tidak akan membahas sisi statistika teoritis metode survey sampling namun cek list general sebelum kita mencerna hasil survey.  

Tanpa tendensi menyalahkan lembaga survey ataupun partai yang dinyatakan menang oleh hitung cepat versi manapun, ada beberapa poin dasar yang perlu dipertanyakan dari fenomena hitung cepat ini yaitu: 

  1. Hitung cepat dilakukan berdasarkan penarikan contoh  (sampel), Jika peneliti salah mendesain pengambilan contoh maka besar kemungkinan hasilnya salah atau tidak mewakili populasi -->Apakah pengambilan contohnya sudah benar?
  2. Rendahnya kendali kualitas dalam pengambilan contoh mengakibatkan rendahnya kualitas hasil hitung cepat -->Apakah pengendalian kualitas data benar?
  3. Keterbukaan jumlah personil dan struktur organisasi lembaga survey berakibat langsung pada kualitas hasil hitung cepat --> Apakah lembaga survey kredibel  ?
  4. Keterbukaan  sumber pendanaan lembaga survey berakibat langsung pada kredibilitas hasil hitung cepat--> Apakah lembaga survey Independen?
  5. Tingkat Error yang  rendah  bukan berarti tidak ada Error-->Apakah yakin lembaga survey jujur menyampaikan pengukuran tingkat Error?  

Kelima cek poin diatas mungkin tidak terstruktur dan kurang ilmiah namun setidaknya bagi saya jika salah satu poin saja tidak dapat dikonfirmasi atau dijelaskan maka sulit bagi kita mempercaya hasil hitung cepat lembaga survey manapun itu. 

Namun sejatinya hasil hitung cepat ini sangatlah berguna bagi internal tim sukses yaitu:

  1. Konsolidasi strategi politik pasca pilpres, mungkin ada partai yang ingin tetap bersatu atau pecah kongsi karena kemungkinan besar capres yang di dukung kalah 
  2. Kontrol perhitungan suara, hitung cepat bisa digunakan oleh internal partai sebagai  kontrol perhitungan kantong – kantong suara namun perlu diingat walau bagaimanapun perhitungan resmi hanyalah dari KPU. 

Yang sangat disayangkan adalah pemaparan hasil perhitungan terhadap publik diluar dua tujuan diatas. Selain secara etika  dan motif perlu dipertanyakan pada umumnya lima cek poin sebelumnya sulit untuk dipenuhi.

Pada akhirnya saya ingin mengajak teman-teman pemuda-pemudi Indonesia untuk bersikap lebih kritis juga berhati-hati mencerna berita hasil survey  jangan sampai kita terpecah belah dan tidak mempercayai satu-satunya lembaga resmi pemerintah republic Indonesia yang memiliki wewenang untuk menyampaikan hasil akhir perhitungan suara pilpres. Sebaiknya kita menahan diri untuk memforward atau share berita yang tidak jelas sumbernya dan kita tidak mengerti konteks nya, bersabar menunggu tanggal 22  pengumuman hasil KPU juga selalu berdamai apapun hasil akhir pilpres 2014. 

Oleh,
Febriandi Rahmatulloh. S.Si (Stat), M.Si (Appl Stat)
Wakil ketua IKASTAT UGM 
Kuli di perusahaan swasta 
Penggiat ekonomi kecil kerakyatan berbasis lingkungan 



Untuk referensi detail penjelasan margin of error dan pendapat beberapa rekan saya bisa dirujuk pada tautan berikut :

Dr.rer.nat Dedi Rosadi  S.Si, M.Sc - Prof Statistika UGM
https://www.facebook.com/MR.DR2

Dirga Ardiansa S.Sos, M.Si (Appl Stat) - Statistician Peneliti Puskapol UI
https://www.facebook.com/d.ardiansa

Achmad Hisyam, S.Si (Stat), M.Si (Krim) -Founder Olahdata.com kriminolog 
https://www.facebook.com/hisjam.fouadj
https://achmadhisyam.wordpress.com/2014/07/10/menyikapi-perbedaan-hasil-quick-count/

Senin, 28 Oktober 2013

Sepedah Bapak



Pagi itu setelah solat subuh Bapak mulai menuntun sepedahnya dengan hati-hati sebelum diparkir di luar rumah. Dari mata yang sayup setengah tertidur, aku bisa melihat Bapak memiringkan sepeda itu terparkir rapih di rumah kami yang berada diantara gang sempit.

Hari itu hari yang penting karena saya harus berangkat  bertanding keluar kota. Sepeda itu istimewa walaupun  warnanya sudah tidak jelas, setangnya sudah tidak  terlalu lurus dan kedua ujung pegangan besi nya sudah mengelupas. Namun saat itu, itulah satu-satunya kendaraan pribadi milik Bapak.
Pagi itu akhirnya kita berboncengan berangkat menuju terminal bus kecamatan. Letaknya  tak jauh dari suatu pasar di pesisir selat sunda. Bapak mengayuh dan saya berdiri di belakang jeruji sepeda sambil mengendong tas bekal perjalanan untuk 4 hari kedepan.   

Sepanjang jalan dari rumah menuju terminal bus  bapak ber gumam“Motor kantor nya lagi dipakai temen A, tukang ojek juga belum ada pagi-pagi ginih.  Jadi bapak anter naik sepedah aja gak apa-apa yah… ” dengan logat sunda yang kental, sambil terus mengayuh ter engah engah di udara yang dingin.  Bapak memang bukan tipikal orang yang suka memakai fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi,  sampai-sampai bingung kalau liat orang lain yang hilir mudik pakai motor atau mobil ber Cap kantor bapak  buat nganter anak nya tapi saya sendiri kesana kemari disuruh jalan jalan kaki, naik sepedah atau paling banter naik angkot.

Suatu kali memang bapak pernah bercerita “Motor itu kendaraan kepunyaan kantor bukan milik Bapak Nak. Sebaiknya kamu gak usah pakai motor bapak lagi buat belajar, yah! Lagian bahaya… takut kamu kenapa-napa.“  Ibu memang pernah cerita di suatu sore yang mendung aku ketauan diam-diam menggiring motor kantor Bapak ke tanah lapang untuk menaikinya dan sekali-dua kali terjatuh, akhirnya saat itu cuman bisa diam sambil melihat anak-anak sebaya yang lain ngebut naik motor keliling kampung. 

Hari sudah mulai terang saat bus antar kota siap berangkat. Bapak mulai melambaikan tangan tanda perpisahan dan buru-buru mengayuh sepedah kembali ke rumah tuk siap-siap kembali bekerja.  Empat hari berlalu dan akhirnya saya kalah bertanding, ini bukan pertama kalinya kalah bertanding tapi bapak tetap mengantar selalu mengantar berangkat bertanding .  Bapak sering berseloroh  “ Kalah tanding mah biasa yang jelek itu gak berani berangkat tanding”


Udah hampir 16 tahun kejadian itu  berlalu tapi sulit dilupain pelajaran tidak langsung dari tingkah laku bapak yang gak pernah mau pakai sesuatu yang bukan haknya atau peruntukannya, terus nge dukung hoby-hoby postif  anaknya dan ngasih semangat buat terus nyoba kayaknya ngebentuk kepribadian saat ini. Thanks to bapak dan spedah nya saat itu.