Selasa, 18 November 2014

Angka angka di balik harga Permium


Akhirnya berita yang di tunggu-tunggu dateng juga. Akibat ribut kenaikan harga BBM bersubsidi banyak teman yang ngajak diskusi logika di balik harga premium yang di jual pertamina saat ini, atas kebaikan seorang teman yang sharing rumus harga premium berikut penjelasan sederhananya: 

BBM Subsidi = MOPS + Alpha,    dimana Alpha =3.32%*MOPS + Rp.484  = 527  plus pajak 15%

Alpha sendiri kurang lebih adalah biaya-biaya logistic, operation dan distribution

Misal harga MOPS  97, Kurs USD 12Ribu , 1bbl/ltr 159,  Harga MOPS  rupiah premium per liter = 7320,  Alpha 527,   Pajak 15%= 1177 total  harga keekonomiannya Rp.9025/Liter

Dari perhitungan diatas mudah-mudahan pemerintah (baca: Pelayan Rakyat) dapat melakukan efisiensi dari biaya-biaya logistic operation dan distribution sehingga nilai alpha dalam komponen harga turun, dan mudah-mudahan pajak bisa dihilangkan untuk pengusaha pertanian, peternakan dalam sekala kecil  atau rumahan sehingga untuk segment tertentu harga premium bisa dikurangi Rp.1500 rupiah.

Selanjutnya saya harap siapapun di luar sana tolong stop mengajak demonstrasi turun ke jalan atas keputusan pelayan rakyat menaikan harga BBM karena itu tidak akan menyelesaikan masalah malah menambah masalah, sebagai orang yang berpendidikan harusnya kita tidak boleh berhenti mencari cara-cara yang baik dan benar dalam mengatasi masalah. 

Yang terakhir kalo boleh saran sama yang merasa keberatan harga bbm naik tapi masih boros stop kebiasaan2 boros seperti merokok dan kegiatan mubazir lainnya. Stop Mengeluh dan posting Nyinyir jangan berputus asa dan kahawtir akan kemungkinan kesempitan hidup karena rejeki datangnya dari Allah bukan dari yanglain, jangan berhenti berprasangka baik kepada nasib, jangan berhenti berfikir positif,  jangan berhenti berusaha keras dan optimal.    

Dari saya pendukung Prabowo  di pilpress 2014.



Agar kita bijak dalam menghadapi keadaan berikut saya cantumkan quote FB dari ust Wira Bachrun :


Minggu, 24 Agustus 2014

Sajak Teratai

Tiada air yang menetes pelan disini, Yang kita temui hanyalah air deras tak terbendung, melimpah , kebaikan itu tumpah ruah  menjadi  cinta yg telah dituliskan dengan tinta  kasih sayang.          

30 tahun kau telah ada, dan 7 tahun kita bersama, gurun kering itu tak lagi ada, kini menjadi Hijau, rimbun riuh dengan sahutan anak-anak kita, cinderamata titipan Allah SWT. 

Selamat Ulang tahun,  bunga teratai di sungai yg deras,  kelopak indah mu selalu mekar dan  tumbuh, izinkan kami untuk selalu bersamamu.

Notes :
Selamat Ulang Tahun  Udoh Roudotul Jannah (Istri ku) - 24 Agustus 2014, Semoga umur nya barokah, dilimpahi kesehata, rezeki yang melimpah dan barokah, ditambah ilmu dan pengetahuannya dan suksess untuk karirnya sebagai ibu rumah tangga, peneliti dan pengusaha amin 


Jumat, 11 Juli 2014

Hitung Cepat Tidak Ada Yang Benar Namun Berguna

Dengan maraknya berita mengenai hitung cepat banyak sekali pihak yang coba membahas dan meminta tanggapan tentang perbedaan hasil hitung cepat pilpres dari beberapa lembaga survey maka akan saya coba bahas sedikit hal ini sambil update blog yang sepi ini. Agar lebih mudah dimengerti saya akan coba tanggapi hal ini secara lugas dan sederhana dari sudut pandang orang awam, saya tidak akan membahas sisi statistika teoritis metode survey sampling namun cek list general sebelum kita mencerna hasil survey.  

Tanpa tendensi menyalahkan lembaga survey ataupun partai yang dinyatakan menang oleh hitung cepat versi manapun, ada beberapa poin dasar yang perlu dipertanyakan dari fenomena hitung cepat ini yaitu: 

  1. Hitung cepat dilakukan berdasarkan penarikan contoh  (sampel), Jika peneliti salah mendesain pengambilan contoh maka besar kemungkinan hasilnya salah atau tidak mewakili populasi -->Apakah pengambilan contohnya sudah benar?
  2. Rendahnya kendali kualitas dalam pengambilan contoh mengakibatkan rendahnya kualitas hasil hitung cepat -->Apakah pengendalian kualitas data benar?
  3. Keterbukaan jumlah personil dan struktur organisasi lembaga survey berakibat langsung pada kualitas hasil hitung cepat --> Apakah lembaga survey kredibel  ?
  4. Keterbukaan  sumber pendanaan lembaga survey berakibat langsung pada kredibilitas hasil hitung cepat--> Apakah lembaga survey Independen?
  5. Tingkat Error yang  rendah  bukan berarti tidak ada Error-->Apakah yakin lembaga survey jujur menyampaikan pengukuran tingkat Error?  

Kelima cek poin diatas mungkin tidak terstruktur dan kurang ilmiah namun setidaknya bagi saya jika salah satu poin saja tidak dapat dikonfirmasi atau dijelaskan maka sulit bagi kita mempercaya hasil hitung cepat lembaga survey manapun itu. 

Namun sejatinya hasil hitung cepat ini sangatlah berguna bagi internal tim sukses yaitu:

  1. Konsolidasi strategi politik pasca pilpres, mungkin ada partai yang ingin tetap bersatu atau pecah kongsi karena kemungkinan besar capres yang di dukung kalah 
  2. Kontrol perhitungan suara, hitung cepat bisa digunakan oleh internal partai sebagai  kontrol perhitungan kantong – kantong suara namun perlu diingat walau bagaimanapun perhitungan resmi hanyalah dari KPU. 

Yang sangat disayangkan adalah pemaparan hasil perhitungan terhadap publik diluar dua tujuan diatas. Selain secara etika  dan motif perlu dipertanyakan pada umumnya lima cek poin sebelumnya sulit untuk dipenuhi.

Pada akhirnya saya ingin mengajak teman-teman pemuda-pemudi Indonesia untuk bersikap lebih kritis juga berhati-hati mencerna berita hasil survey  jangan sampai kita terpecah belah dan tidak mempercayai satu-satunya lembaga resmi pemerintah republic Indonesia yang memiliki wewenang untuk menyampaikan hasil akhir perhitungan suara pilpres. Sebaiknya kita menahan diri untuk memforward atau share berita yang tidak jelas sumbernya dan kita tidak mengerti konteks nya, bersabar menunggu tanggal 22  pengumuman hasil KPU juga selalu berdamai apapun hasil akhir pilpres 2014. 

Oleh,
Febriandi Rahmatulloh. S.Si (Stat), M.Si (Appl Stat)
Wakil ketua IKASTAT UGM 
Kuli di perusahaan swasta 
Penggiat ekonomi kecil kerakyatan berbasis lingkungan 



Untuk referensi detail penjelasan margin of error dan pendapat beberapa rekan saya bisa dirujuk pada tautan berikut :

Dr.rer.nat Dedi Rosadi  S.Si, M.Sc - Prof Statistika UGM
https://www.facebook.com/MR.DR2

Dirga Ardiansa S.Sos, M.Si (Appl Stat) - Statistician Peneliti Puskapol UI
https://www.facebook.com/d.ardiansa

Achmad Hisyam, S.Si (Stat), M.Si (Krim) -Founder Olahdata.com kriminolog 
https://www.facebook.com/hisjam.fouadj
https://achmadhisyam.wordpress.com/2014/07/10/menyikapi-perbedaan-hasil-quick-count/

Senin, 28 Oktober 2013

Sepedah Bapak



Pagi itu setelah solat subuh Bapak mulai menuntun sepedahnya dengan hati-hati sebelum diparkir di luar rumah. Dari mata yang sayup setengah tertidur, aku bisa melihat Bapak memiringkan sepeda itu terparkir rapih di rumah kami yang berada diantara gang sempit.

Hari itu hari yang penting karena saya harus berangkat  bertanding keluar kota. Sepeda itu istimewa walaupun  warnanya sudah tidak jelas, setangnya sudah tidak  terlalu lurus dan kedua ujung pegangan besi nya sudah mengelupas. Namun saat itu, itulah satu-satunya kendaraan pribadi milik Bapak.
Pagi itu akhirnya kita berboncengan berangkat menuju terminal bus kecamatan. Letaknya  tak jauh dari suatu pasar di pesisir selat sunda. Bapak mengayuh dan saya berdiri di belakang jeruji sepeda sambil mengendong tas bekal perjalanan untuk 4 hari kedepan.   

Sepanjang jalan dari rumah menuju terminal bus  bapak ber gumam“Motor kantor nya lagi dipakai temen A, tukang ojek juga belum ada pagi-pagi ginih.  Jadi bapak anter naik sepedah aja gak apa-apa yah… ” dengan logat sunda yang kental, sambil terus mengayuh ter engah engah di udara yang dingin.  Bapak memang bukan tipikal orang yang suka memakai fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi,  sampai-sampai bingung kalau liat orang lain yang hilir mudik pakai motor atau mobil ber Cap kantor bapak  buat nganter anak nya tapi saya sendiri kesana kemari disuruh jalan jalan kaki, naik sepedah atau paling banter naik angkot.

Suatu kali memang bapak pernah bercerita “Motor itu kendaraan kepunyaan kantor bukan milik Bapak Nak. Sebaiknya kamu gak usah pakai motor bapak lagi buat belajar, yah! Lagian bahaya… takut kamu kenapa-napa.“  Ibu memang pernah cerita di suatu sore yang mendung aku ketauan diam-diam menggiring motor kantor Bapak ke tanah lapang untuk menaikinya dan sekali-dua kali terjatuh, akhirnya saat itu cuman bisa diam sambil melihat anak-anak sebaya yang lain ngebut naik motor keliling kampung. 

Hari sudah mulai terang saat bus antar kota siap berangkat. Bapak mulai melambaikan tangan tanda perpisahan dan buru-buru mengayuh sepedah kembali ke rumah tuk siap-siap kembali bekerja.  Empat hari berlalu dan akhirnya saya kalah bertanding, ini bukan pertama kalinya kalah bertanding tapi bapak tetap mengantar selalu mengantar berangkat bertanding .  Bapak sering berseloroh  “ Kalah tanding mah biasa yang jelek itu gak berani berangkat tanding”


Udah hampir 16 tahun kejadian itu  berlalu tapi sulit dilupain pelajaran tidak langsung dari tingkah laku bapak yang gak pernah mau pakai sesuatu yang bukan haknya atau peruntukannya, terus nge dukung hoby-hoby postif  anaknya dan ngasih semangat buat terus nyoba kayaknya ngebentuk kepribadian saat ini. Thanks to bapak dan spedah nya saat itu. 


Kamis, 17 Oktober 2013

Merasakan Hari Arofah di Padang Arofah


Tidak seperti biasanya, hari itu 11 Oct 2013 Anakku Albirr dan Istri sudah sibuk berkemas semenjak pagi untuk 8 hari kedepan. Alhamdulillah tahun ini saya beserta istri diberi rejeki dan kesempatan untuk melakukan ibadah Hajji, namun sayang Albirr harus di tinggal di Riyadh karena kita khawatir  akan kesehatannya kalau harus diajak.

Tak pernah terbayang sebelumnya bisa menunaikan rukun islam yang ke 5 dalam waktu yang dekat, namun kita memang  sudah mulai berniat kuat dan berusaha menabung untuk melakukan umroh semenjak awal 2012. Waktu itu kami perkirakan perlu waktu 2 tahun untuk sabar mengumpulkan uang sampai bisa umroh ber dua, mengingat kondisi keuangan yang baru saja terkuras karena rumah dan sekolah anak. Tapi niat kita saat itu sangat kuat, semua diusahakan secara maksimal untuk mencari rejeki dan berhemat mengatur pengeluaran agar bisa berkunjung ke tanah suci. Di saat yang bersamaan kita putuskan untuk membatalkan beberapa rencana berlibur ke negara tetanga di asia juga merencanakan untuk tidak pergi ke negara lain sebelum mengunjungi masjidil haram dan masjid nabawi.

Ternyata Alloh sang maha pemberi rejeki & maha memberikan jalan dari arah yang tidak di sangka-sangka, tak lama setelah saya berniat pada bulan Mei 2012 mantan bos yang sudah bekerja duluan di Saudi narik kerja dan akhirnya sampai saat ini kami sekeluarga sudah berkali-kali umroh bahkan beserta orang tua. Setelah 1,5 tahun di saudi bekerja, mengumpulkan uang juga menunggu waktu pendaftaran, saya beserta istri berangkat beribadah Hajji dari Riyadh dan merasakan hari Arofah di padang Arofah..... Alhamdulillah...

Di waktu yang lengang saat ngobrol santai saya sering cerita ke istri sekenario Alloh memang luar biasa, mungkin kalau dulu gak kerja di kantor sebelumnya, saya gak bkl kenal SiBos, Gak akan kerja di Riyadh dan gak akan pergi umroh Juga Hajji dalam waktu dekat. Alloh yg maha mengatur maha pembuat sekenario, kita hanya bisa ber niat yang kuat, ber usaha yang kuat dan ber sabar.

Tidak jauh berbeda dengan Riyadh hari ini cuaca di mekkah terasa panas menyengat. Hari ini hari ke 7 tenda kami di Mina terasa lebih lengang karena sebagian dari rombongan sudah selesai beribadah. Alhamdulillah satu misi terselsaikan, misi yg lain menunggu untuk diselsaikan.. Bismillah....

By Android-Mina Camp-Makkah- 16:20-  17 Oct 2013

Jumat, 20 September 2013

Selamat Jadi Orang Besar ...

Tidak ada kue ulang tahun di umurmu yang ke-5 ini Al.., ya… begitulah menjadi Orang Besar ga semua yang diinginkan bisa didapat. Tapi jangan takut kita bisa beli kue ulang tahun kapan saja dan makan di restoran kapan saja. Coba lihat orang-orang itu  makan saja susah, mau sekolah gak bisa, tempat tinggal gak ada, ayo belajar berempati.

Anakku  harapanku jadilah Orang Besar lakukan apapun yang kau sukai asal itu baik, tidak berbahaya dan membahayakan diri sendiri juga orang lain. Ayunkan setiap langkahmu dengan ringan hati, gapai semua mimpi, buat orangtua mu ini bangga. Bakar selalu keberanian di dada, tegarlah menghadapi dunia dan bertahanlah menghadapi ujiannya. Lihatlah bintang gemintang saat gelap mulai datang agar tidak tersesat dan kembali menemukan petunjuk arah. Wahai anak ku jadilah orang besar!! 

“…. Orang kecil jujur dibilang tolol
Orang Besar tolol dibilang jujur
Orang kecil berani dikata kurangajar
Orang Besar kurang ajar dibilang berani ….. “
(Cuplikan Puisi Orang Kecil Orang Besar, Karya KH Mustofa Bisri/Gus Mus)

Rabu, 26 Juni 2013

Penjara Dunia

Terkadang beberapa rekan memilih untuk mundur, menyendiri daripada berkumpul. Memilih terdiam, karena merasa tidak pada tempatnya. Asik dengan dunianya, daripada memberi usul saran. Cuman bengong, daripada mengkomunikasikan ketidaknyamanan dan memberi masukan dengan cara yang baik kepada yang bersalah.

Hidup memang pilihan, sayangnya terkadang yang lebih tua dan seharusnya jadi panutan tidak selalu sejalan. Begitupula yang muda yang kita harapkan menjadi agen perubahan  tiba-tiba berubah haluan. Begitulah memang berharap pada selain Tuhan memang ujung-ujungnya kecewa.

Tapi walau bagaimanapun penjara bukan lah tempat untuk orang-orang yang berbeda pemikiran dan dunia ini bukanlah penjara.  Selamat akhir pekan.